Rabu, 02 Januari 2013

Pengertian Komunikasi

1.     Jelaskan pengertian komunikasi, komunikasi informal, dan jaringan komunikasi

Jawab :

Komunikasi

 adalah pesan yang disampaikan kepada komunikan(penerima) dari komunikator(sumber) melalui saluran-saluran tertentu baik secara langsung/tidak langsung dengan maksud memberikan dampak/effect kepada komunikan sesuai dengan yang diingikan komunikator.Yang memenuhi 5 unsur who, says what, in which channel, to whom, with what effect.

Komuniasi Informal

adalah komunikasi antara orang yang ada dalam suatu organisasi , akan tetapi tidak direncanakan atau tidak ditentukan dalam struktur organisasi .
Jaringan Komunikasi.

adalah serangkaian interkoneksi antara teknologi yang saling berhubungan satu dan lainnya.


2.     Pengertian, Jenis, dan type pengawasan

Jawab :

Pengawasan adalah proses dalam menetapkan ukuran kinerja dan pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan kinerja yang telah ditetapkan tersebut

Jenis Pengawasan :

·  Pengawasan Melekat, adalah serangkaian kegiatan yang bersifat sebagai pengendalian secara Ajeg yang dilakukan oleh atasan langsung terhadap bawahannya, secara preventif atau represif agar pelaksanaan tugas bawahan tersebut berjalan secara efektif dan efisien sesuai dengan rencana kegiatan dan peraturan perundangan yang berlaku.

·  Pengawasan Fungsional, merupakan pengawasan yang dilakukan oleh aparat atau pejabat yang tugas pokoknya khusus membantu pimpinan untuk melaksanakan tugasnya masing-masing, pengawasan fungsional biasanya bersifat internal. Aparat pengawasan fungsional dalam suatu instansi disebut Satuan Pengawasan Internal (SPI). SPI hanya membantu pimpinan agar dapat melakukan manajemennya, melakukan pengawasan melekat atau pengendaliannya dengan baik. SPI tidak berwenang mengambil tindakan sendiri, harus dikoordinasikan kepada atasannya.

·  Pengawasan Teknis Fungsional, setiap instansi berkewajiban untuk melakukan pengawasan agar kebijakan-kebijakan negara sesuai dengan bidang tugas pokoknya masing-masing, ditaati oleh masyarakat maupun aparatur.

Pengawasan teknis fungsional merupakan konsekuensi dari pelaksanaan dasar fungsionalisasi dan merupakan fungsi lini atau operasional dari instansi tersebut. Pengawasan teknis fungsional berarti pengawasan yang ditujukan kepada aparatur dan juga masyarakat.

·  Pengawasan Legislatif, dikenal juga dengan pengawasan politik, merupakan fungsi yang dimiliki parlemen di samping fungsi legislasi dan budgeting. Pengawasan legislative ditujukan pada pengawasan terhadap pelaksanaan UUD 1945, Hukum dan peraturan pelaksanaannya yang termanifestasikan pada hak interpelasi, hak angket, dan hak menyatakan pendapat.

·  Pengawasan Masyarakat, disebut juga kontrol sosial merupakan pengawasan yang dilakukan masyarakat sendiri terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

·  Pengawasan yudikatif, merupakan salah satu fungsi Mahkamah Agung untuk mengawasi peraturan di bawah UU, sedangkan Mahkamah Konstitusi berwenang secara formal untuk menguji UU terhadap UUD 1945.

Type Pengawasan :

1. Pre control. Control that takes place before work is performed is called pre control, or feed?forward control. Managers using this type of control create policies, procedures, and rules aimed at eliminating behavior that will cause undesirable work results … In sum, pre control focuses on eliminating pre­dicted problems.

2. Concurrent Control. Control that takes place as work is being performed is called concurrent control. It relates not only to employee performance, but also to such non human areas as equipment performance and department appearance

3. Feedback Control. Control that concentrates on past organizational performance is called feedback control.  Managers exercising this type of control are attempting to take corrective action by looking at organizational history over a specified time period

4.    Perkembangan Komunikasi.

Bisa dikatakan bahwa komunikasi merupakan hal yang terpenting atau vital bagi manusia. Tanpa komunikasi maka manusia bisa dikatakan ‘tersesat’ dalam belantara kehidupan ini. “Orang yang tidak pernah berkomunikasi dengan manusia bisa dipastikan akan ‘tersesat’, karena ia tidak bisa menaruh dirinya dalam lingkungan sosial”(Dedy Mulyana, 2003:5).

Betapa pentingnya komunikasi, terlihat dari semakin inovatifnya perkembangan teknologi komunikasi itu sendiri. Perkembangan (media) komunikasi sungguh sangat menakjubkan di alaf keempat ini. Sebagai contoh adalah teknologi percetakan. Dahulu kala, sebelum ditemukannya kertas dan  mesin cetak, manuskrip maupun buku ditulis dengan menggunakan tinta, lalu meningkat dengan munculnya alat cetak sederhana yang mengharuskan operator mesin tersebut menyusun satu demi satu huruf yang diperlukan. Jelas ini memerlukan ketelitian yang sangat dan waktu yang cukup lama bahkan hingga berbulan-bulan. Akan tetapi saat Gutenberg di tahun 1456 menemukan mesin cetak, maka pekerjaan pencetakan bisa dilakukan dalam hitungan jam.

Selain itu, mengatasi persoalan waktu  kemajuan teknologi komunikasi bisa mengaburkan batas-batas geografis atau wilayah. Munculnya alat-alat elektronik dengan sistem komputerisasinya menyebabkan teknologi dalam berkomunikasi ini berkembang dengan sangat pesatnya. Sebagai ilustrasi, kemunculan internet dan perangkat pendukungnya berupa e-mail atau surat elektronik dianggap sebagai teknologi tercepat yang dapat menggantikan keberadaan surat pos. Akan tetapi seiring dengan perkembangan teknologi kemunculan telepon genggam dengan fasilitas SMS (short message service) atau layanan pesan singkat mampu mengatasi kendala-kendala yang mungkin timbul bila menggunakan e-mail, salah satunya adalah penggunaan telepon genggam dalam kondisi dan wilayah yang berbeda.

Seiring dengan semakin majunya teknologi dalam berkomunikasi membawa implikasi yang tidak sedikit kepada manusia.  Implikasi ini berkaitan erat dengan hubungan antarmanusia dalam komunikasi yang menurut Little John (1996:251-280) melibatkan empat dimensi, yaitu emotional arousal, composure, and formality; intimay and similarity; immediacy (liking); dan dominance-submission. Gaya hidup, kemudahan, pemangkasan waktu bahkan kecepatan dalam menyampaikan pesan telah menjadi tolak ukur bagi perkembangan manusia sebagai individu  sosial yang memerlukan interaksi dengan individu lainnya.

Pada kenyataannya (media) komunikasi yang semakin canggih ini  bermula dari hal-hal sederhana atau bahkan tidak bisa dibayangkan pada awal mulanya. Dari sekadar bahasa-bahasa sederhana layaknya bahasa isyarat, gambar-gambar di gua-gua atau pictograph hingga kode-kode/bunyi titik panjang-pendek dalam komunikasi rahasia Sandi Morse.

Pengertian dan Perkembangan Komunikasi

Dalam konteks hubungan sosial, setiap individu akan berinteraksi dengan individu lainnya. Interaksi tersebut dilakukan karena adanya maksud, baik itu untuk mempengaruhi individu maupun tujuan-tujuan tertentu lainnya. Dalam proses berinteraksi inilah   Pengertian komunikasi.

Lalu kapankah manusia berkomunikasi?

Wilbur Schrammd an William E Porter setidaknya mencatat ada 5 teori dimana manusia mulai berkomunikasi dengan menggunakan bahasa. Pertama, teori bow-wow yang menggambarkan bahwa manusia pertama kali menggunakan bahasa lisan dengan meniru bunti-bunyian yang bersifat alami, seperti suara rintik hujan maupun gemuruh. Kedua, teori poo-poo merupakan era di mana manusia menggunakan bahasa yang sesuai dengan perwakilan emosi yang mereka alami seperti perasaan takut, kesakitan, gembira dan sebagainya. Ketiga,  teori sing-song, yaitu bahasa yang digunakan dalam komunikasi pada masa awal merupakan ucapan atau nyanyian saat mereka merayakan sesuatu. Misalnya dapat di saksikan dalam upacara-upacara api unggun yang dilakukan oleh suku-suku indian. Keempat, teori Yo-heave-ho merupakan bahasa komunikasi yang berkemgang dari sungutan yang terjadi karena pergerakan fisik. Terakhir, Kelima, teori yuk-yuk bahwa terjadinya kata karena adanya bunyi yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa tertentu.

Selanjutnya perkembangan komunikasi manusia semakin hari semakin berkembang. Perkembangan ini dimulakan dengan masa sejarah dimana manusia untuk pertama kali mengenal dengan apa yang disebut tulisan. Memang pada awalnya kemampuan tulisan tidaklah sekompleks dan semaju sekarang. Manusia awal menggunakannya dengan simbol-simbol yang sangat sederhana dan berlangsung selama lebih dari berada-abad tahun lamanya. Ini dibukitikan dengan adanya gambar-gambar sederhana yang ditemukan di gua-gua. Bahkan sebuah penelitian menemukan bahwa manusia mulai pertama kali menggunakan bahan tulisan dengan aksara yang lebih maju dan tersusun pada masa 4000 tahun sebelum masehi dengan ditemukannya tanah liat yang bertulis di sekitar Sungai Tigris atau Babylonia (Irak).

Perkembangan akasara yang semakin  tersusun menyebabkan manusia mulai beralih untuk menuliskannya melalui media. Pada masa awal dapat dijumpai pada adanya pahatan pada papan yang dilakukan oleh bangsa Kreta, melalui jerami papyrus di Mesir, kulit binatang di Pegamon, batang bambu di Cina, atau daun kurma di semenanjung Arab. Hingga pada akhirnya saat ditemukan alat cetak oleh Gutenberg di Mainz (Jerman) membawa kemajuan proses komunikasi yang terjadi di antara manusia.  Bahkan di awal alaf ketiga ini komunikasi terjadi dengan menggunakan alat yang semakin canggih dan baru setiap waktunya.

Sumber :

Tugas Softskill

1.     Jelaskan pengertian komunikasi, komunikasi informal, dan jaringan komunikasi

Jawab :

Komunikasi

 adalah pesan yang disampaikan kepada komunikan(penerima) dari komunikator(sumber) melalui saluran-saluran tertentu baik secara langsung/tidak langsung dengan maksud memberikan dampak/effect kepada komunikan sesuai dengan yang diingikan komunikator.Yang memenuhi 5 unsur who, says what, in which channel, to whom, with what effect.

Komuniasi Informal

adalah komunikasi antara orang yang ada dalam suatu organisasi , akan tetapi tidak direncanakan atau tidak ditentukan dalam struktur organisasi .
Jaringan Komunikasi.

adalah serangkaian interkoneksi antara teknologi yang saling berhubungan satu dan lainnya.


2.     Pengertian, Jenis, dan type pengawasan

Jawab :

Pengawasan adalah proses dalam menetapkan ukuran kinerja dan pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan kinerja yang telah ditetapkan tersebut

Jenis Pengawasan :

·  Pengawasan Melekat, adalah serangkaian kegiatan yang bersifat sebagai pengendalian secara Ajeg yang dilakukan oleh atasan langsung terhadap bawahannya, secara preventif atau represif agar pelaksanaan tugas bawahan tersebut berjalan secara efektif dan efisien sesuai dengan rencana kegiatan dan peraturan perundangan yang berlaku.

·  Pengawasan Fungsional, merupakan pengawasan yang dilakukan oleh aparat atau pejabat yang tugas pokoknya khusus membantu pimpinan untuk melaksanakan tugasnya masing-masing, pengawasan fungsional biasanya bersifat internal. Aparat pengawasan fungsional dalam suatu instansi disebut Satuan Pengawasan Internal (SPI). SPI hanya membantu pimpinan agar dapat melakukan manajemennya, melakukan pengawasan melekat atau pengendaliannya dengan baik. SPI tidak berwenang mengambil tindakan sendiri, harus dikoordinasikan kepada atasannya.

·  Pengawasan Teknis Fungsional, setiap instansi berkewajiban untuk melakukan pengawasan agar kebijakan-kebijakan negara sesuai dengan bidang tugas pokoknya masing-masing, ditaati oleh masyarakat maupun aparatur.

Pengawasan teknis fungsional merupakan konsekuensi dari pelaksanaan dasar fungsionalisasi dan merupakan fungsi lini atau operasional dari instansi tersebut. Pengawasan teknis fungsional berarti pengawasan yang ditujukan kepada aparatur dan juga masyarakat.

·  Pengawasan Legislatif, dikenal juga dengan pengawasan politik, merupakan fungsi yang dimiliki parlemen di samping fungsi legislasi dan budgeting. Pengawasan legislative ditujukan pada pengawasan terhadap pelaksanaan UUD 1945, Hukum dan peraturan pelaksanaannya yang termanifestasikan pada hak interpelasi, hak angket, dan hak menyatakan pendapat.

·  Pengawasan Masyarakat, disebut juga kontrol sosial merupakan pengawasan yang dilakukan masyarakat sendiri terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

·  Pengawasan yudikatif, merupakan salah satu fungsi Mahkamah Agung untuk mengawasi peraturan di bawah UU, sedangkan Mahkamah Konstitusi berwenang secara formal untuk menguji UU terhadap UUD 1945.

Type Pengawasan :

1. Pre control. Control that takes place before work is performed is called pre control, or feed?forward control. Managers using this type of control create policies, procedures, and rules aimed at eliminating behavior that will cause undesirable work results … In sum, pre control focuses on eliminating pre­dicted problems.

2. Concurrent Control. Control that takes place as work is being performed is called concurrent control. It relates not only to employee performance, but also to such non human areas as equipment performance and department appearance

3. Feedback Control. Control that concentrates on past organizational performance is called feedback control.  Managers exercising this type of control are attempting to take corrective action by looking at organizational history over a specified time period

4.    Perkembangan Komunikasi.

Bisa dikatakan bahwa komunikasi merupakan hal yang terpenting atau vital bagi manusia. Tanpa komunikasi maka manusia bisa dikatakan ‘tersesat’ dalam belantara kehidupan ini. “Orang yang tidak pernah berkomunikasi dengan manusia bisa dipastikan akan ‘tersesat’, karena ia tidak bisa menaruh dirinya dalam lingkungan sosial”(Dedy Mulyana, 2003:5).

Betapa pentingnya komunikasi, terlihat dari semakin inovatifnya perkembangan teknologi komunikasi itu sendiri. Perkembangan (media) komunikasi sungguh sangat menakjubkan di alaf keempat ini. Sebagai contoh adalah teknologi percetakan. Dahulu kala, sebelum ditemukannya kertas dan  mesin cetak, manuskrip maupun buku ditulis dengan menggunakan tinta, lalu meningkat dengan munculnya alat cetak sederhana yang mengharuskan operator mesin tersebut menyusun satu demi satu huruf yang diperlukan. Jelas ini memerlukan ketelitian yang sangat dan waktu yang cukup lama bahkan hingga berbulan-bulan. Akan tetapi saat Gutenberg di tahun 1456 menemukan mesin cetak, maka pekerjaan pencetakan bisa dilakukan dalam hitungan jam.

Selain itu, mengatasi persoalan waktu  kemajuan teknologi komunikasi bisa mengaburkan batas-batas geografis atau wilayah. Munculnya alat-alat elektronik dengan sistem komputerisasinya menyebabkan teknologi dalam berkomunikasi ini berkembang dengan sangat pesatnya. Sebagai ilustrasi, kemunculan internet dan perangkat pendukungnya berupa e-mail atau surat elektronik dianggap sebagai teknologi tercepat yang dapat menggantikan keberadaan surat pos. Akan tetapi seiring dengan perkembangan teknologi kemunculan telepon genggam dengan fasilitas SMS (short message service) atau layanan pesan singkat mampu mengatasi kendala-kendala yang mungkin timbul bila menggunakan e-mail, salah satunya adalah penggunaan telepon genggam dalam kondisi dan wilayah yang berbeda.

Seiring dengan semakin majunya teknologi dalam berkomunikasi membawa implikasi yang tidak sedikit kepada manusia.  Implikasi ini berkaitan erat dengan hubungan antarmanusia dalam komunikasi yang menurut Little John (1996:251-280) melibatkan empat dimensi, yaitu emotional arousal, composure, and formality; intimay and similarity; immediacy (liking); dan dominance-submission. Gaya hidup, kemudahan, pemangkasan waktu bahkan kecepatan dalam menyampaikan pesan telah menjadi tolak ukur bagi perkembangan manusia sebagai individu  sosial yang memerlukan interaksi dengan individu lainnya.

Pada kenyataannya (media) komunikasi yang semakin canggih ini  bermula dari hal-hal sederhana atau bahkan tidak bisa dibayangkan pada awal mulanya. Dari sekadar bahasa-bahasa sederhana layaknya bahasa isyarat, gambar-gambar di gua-gua atau pictograph hingga kode-kode/bunyi titik panjang-pendek dalam komunikasi rahasia Sandi Morse.

Pengertian dan Perkembangan Komunikasi

Dalam konteks hubungan sosial, setiap individu akan berinteraksi dengan individu lainnya. Interaksi tersebut dilakukan karena adanya maksud, baik itu untuk mempengaruhi individu maupun tujuan-tujuan tertentu lainnya. Dalam proses berinteraksi inilah   Pengertian komunikasi.

Lalu kapankah manusia berkomunikasi?

Wilbur Schrammd an William E Porter setidaknya mencatat ada 5 teori dimana manusia mulai berkomunikasi dengan menggunakan bahasa. Pertama, teori bow-wow yang menggambarkan bahwa manusia pertama kali menggunakan bahasa lisan dengan meniru bunti-bunyian yang bersifat alami, seperti suara rintik hujan maupun gemuruh. Kedua, teori poo-poo merupakan era di mana manusia menggunakan bahasa yang sesuai dengan perwakilan emosi yang mereka alami seperti perasaan takut, kesakitan, gembira dan sebagainya. Ketiga,  teori sing-song, yaitu bahasa yang digunakan dalam komunikasi pada masa awal merupakan ucapan atau nyanyian saat mereka merayakan sesuatu. Misalnya dapat di saksikan dalam upacara-upacara api unggun yang dilakukan oleh suku-suku indian. Keempat, teori Yo-heave-ho merupakan bahasa komunikasi yang berkemgang dari sungutan yang terjadi karena pergerakan fisik. Terakhir, Kelima, teori yuk-yuk bahwa terjadinya kata karena adanya bunyi yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa tertentu.

Selanjutnya perkembangan komunikasi manusia semakin hari semakin berkembang. Perkembangan ini dimulakan dengan masa sejarah dimana manusia untuk pertama kali mengenal dengan apa yang disebut tulisan. Memang pada awalnya kemampuan tulisan tidaklah sekompleks dan semaju sekarang. Manusia awal menggunakannya dengan simbol-simbol yang sangat sederhana dan berlangsung selama lebih dari berada-abad tahun lamanya. Ini dibukitikan dengan adanya gambar-gambar sederhana yang ditemukan di gua-gua. Bahkan sebuah penelitian menemukan bahwa manusia mulai pertama kali menggunakan bahan tulisan dengan aksara yang lebih maju dan tersusun pada masa 4000 tahun sebelum masehi dengan ditemukannya tanah liat yang bertulis di sekitar Sungai Tigris atau Babylonia (Irak).

Perkembangan akasara yang semakin  tersusun menyebabkan manusia mulai beralih untuk menuliskannya melalui media. Pada masa awal dapat dijumpai pada adanya pahatan pada papan yang dilakukan oleh bangsa Kreta, melalui jerami papyrus di Mesir, kulit binatang di Pegamon, batang bambu di Cina, atau daun kurma di semenanjung Arab. Hingga pada akhirnya saat ditemukan alat cetak oleh Gutenberg di Mainz (Jerman) membawa kemajuan proses komunikasi yang terjadi di antara manusia.  Bahkan di awal alaf ketiga ini komunikasi terjadi dengan menggunakan alat yang semakin canggih dan baru setiap waktunya.

Sumber :

http://insanicita.blogspot.com/2012/05/sejarah-dan-perkembangan-komunikasi.html

http://kangarul.wordpress.com

http://itjen-depdagri.go.id/article-25-pengertian-pengawasan.html



Minggu, 07 Oktober 2012

Pengertian dan macam-macam Organisasi


­
1.     Jelaskan tentang Organisasi dan macam-macam Organisasi
-          Organisasi dalam bahasa Yunani adalah : Organon yang berarti suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.
Secara sederhana, organisasi bisa diartikan sebagai suatu alat atau wadah kerjasama untuk mencapai tujuan bersama
dengan pola tertentu  yang perwujudannya memiliki kekayaan baik fisik maupun non fisik. Sehingga bisa dimungkinkan terjadinya suatu konflik dalam sebuah organisasi yang dikarenakan oleh adanya ketidakselarasan tujuan, perbedaan interpretasi fakta, ketidaksepahaman yang disebabkan oleh ekspektasi perilaku dan sebagainya.

-         Macam-macam Organisasi
1.   Organisasi Niaga
Organisasi Niaga adalah organisasi yang tujuan utamanya mencari keuntungan
Macam-macam Organisasi Niaga :
- Perseroan Terbatas (PT)
- Perseroan Komanditer (CV)
- Firma (FA)
- Koperasi
- Join Ventura
- Trus
- Kontel
- Holding Company
2.   Organisasi Sosial
Organisasi Sosial adalah organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat
Jalur pembentukan organisasi Kemasyarakatan :
- Jalur Keagamaan
- Jalur Profesi
- Jalur Kepemudaan
- Jalur Kemahasiswaan
- Jalur Kepartaian & Kekaryaan
3.   Organisasi Regional & International
- Organisasi Regional
  Organisasi Regional adalah organisasi yang luas wilayahnya meliputi beberapa Negara tertentu saja.
- Organisasi Internasional
  Organisasi Internasional adalah organisasi yang anggota-anggotanya meliputi negara di dunia.
Macam-macam organisasi internasional
1.             UN = United Nation = PBB (1945)
2.             UNICEF = United Nations International Childrens Emergency Fund (1946), namun namanya diganti setelah thn 1953 menjadi: United Nations Children’s Fund.
3.             UNESCO = the United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (16 November 1945)
4.             UNCHR = United Nations Commission on Human Rights (2006)
5.             UNHCR = Uited Nations High Commissioner for Refugees (14 Desember 1950)
6.             UNDPR = The United Nations Division for Palestinian Rights (2 Desember 1977)
7.             UNSCOP = The United Nations Special Committee on Palestine (May 1947, oleh 11 negara)
8.             WHO = World Health Organization (7 April 1948)
9.             IMF = International Monetary Fund (Juli 1944, 180 negara)
10.        NATO = North Atlantic Treaty Organisation (4 April 1949)
11.        NGO = Non-Governmental Organizations .Dalam bahasa Indonesia Lembaga Swadaya Masyarakat – LSM, yg didirikan oleh perorangan atau per-group dan tdk terikat oleh pemerintah.
12.        GREENPEACE (40 negara, dari Europe, State of America, Asia, Africa dan Pacific, semenjak 1971).
13.        AMNESTY International (1961, memiliki sekitar 2,2 juta anggota, dari 150 negara, organisasi yg membantu menghentikan penyelewengan/pelecehan hak azasi manusia)
14.        WWF = the World Wildlife Fund (1985, Memiliki hampir 5 juta pendukung, distribusi dari lima benua, memiliki perkantoran/perwakilan di 90 negara).
15.        G8 = Group of Eight, kelompok negara termaju di dunia. Sebelumnya G6 pd thn 1975, kemudian dimasuki oleh Kanada 1976 (Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Britania Raya, Amerika Serikat, Kanada dan Rusia (tidak ikut dalam seluruh acara), serta Uni Eropa.
16.        EU = The European Union (27 negara anggota, 1 november 1993)
17.        DANIDA = Danish International Development Assistance (Organisasi yg memberikan bantuan kepada negara2 miskin, pengungsi, bencana alam)
18.        ICRC = International Committee of the Red Cross (1863) = Palang Merah, gerakan bantuan kemanusiaan saat bencana alam atau peperangan.
19.        OPEC = Organization of the Petroleum Exporting Countries (1960, anggota 13 negara, termasuk Indonesia)
20.        ASEAN = Association of Southeast Asian Nations = Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (PERBARA) ( Dibentuk 8 Agustus 1967, memiliki 10 negara anggota, Timor Leste dan Papua new Guinea hanya sebagai pemantau, dan masih mempertimbangkan akan menjadi anggota)
2.     Jelaskan bagan struktur Organisasi

Bagan struktur sebuah organisasi dapat juga disebut sebagai Managemen dari sebuah Organisasi yang mengatur atau mengolah organisasi tersebut. Dari mulai pimpinan ( Direktur Utama), Leader, dan anggota organisasi tersebut.
Bagan struktur ini sangat diperlukan supaya organisasi tersebut berjalan dengan teratur dan mencapai tujuannya.

3.     Faktor-faktor yang memperngaruhi Organisasi

Faktor yang mempengaruhi sebuah organisasi dilihat dalam dua aspek, yang pertama dari lingkungan Internal dan Eksternal.
Berikut factor yang mempengaruhi suatu organisasi di dalam lingkungan Internal
-          Kurangnya penegakan disiplin dari pimpinan
-          Kurangnya pembinaan anggota
-          Kurangnya koordinasi yang baik dari pimpinan kepada seluruh anggota
-          Rendahnya motivasi para anggota untuk memajukan organisasi
-          Banyaknya perbedaan pendapat
Dan berikut factor yang mempengaruhi organisasi dalam aspek eksternal:
-          Kurangnya dukungan dari masyarakat atau pemerintah
-          Adanya saingan
-          Tidak adanya komunikasi yang baik antara pelaku organisasi dengan masyarakat sekitar

4.     Efisien dan Efektif suatu organisasi

1. Kepemimpinan,tanpa adanya pemimpinan yang punya sikap tanggap,tegas,tanggung jawab,kemampuan yang lebih,dan konsisten dengan tanggung jawab,sebuah organisasi tidak akan bisa maju dan baik.
2. Anggota atau pengurus di masing-masing program,jika kepengurusan tidak bisa menjalankan tugas dan kewajiban dengan baik,organisasi juga tidak akan maju atau konsisten.
3. Tempat atau kantor,sebuah organisasi yang baik juga di tunjukan dengan adanya sebuah kantor atau tempat ¨punya kantor¨.
4. Jaringan,ini juga termasuk salah satu yang menunjang organisasi itu di katakan baik,banyaknya jaringan yang di bangun,ini semakin menunjukan organisasi itu bisa di katakan organisasi yang baik atau maju.
5. Komunikasi dalam organisasi,jika dalam satu ruang organisasi tidak ada komunikasi yang baik,bahkan tidak ada keterbukaan dalam satu ruang yang beda pemikiran juga beda tujuan,sehingga tidak ada penyelesaian atau jalan keluar untuk memecahkan suatu masalah,organisasi itu tidak akan bisa bekerja dengan maksimal dan hasilnya juga tidak maksimal.
6. Managemen,organisasi yang baik managemennya juga harus baik,tersusun dengan rapi dan terorganisir dengan baik.
7. Budaya dalam keorganisasian,yang di maksud dengan budaya disini adalah kebiasaan-kebiasaan yang ada dalam organisasi,entah itu kebiasaan yang baik atau kebiasaan yang tidak baik,seperti tidak ada keseriusan dalam menjalankan tugas,mengabaikan waktu yang sudah menjadi kesepakatan ¨tidak tepat waktu¨,tidur di waktu jam kerja,dan lain-lainnya.





5.     Organisasi Berkembang

1. Pengertian Pengembangan Organisasi
Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan individu akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian.
2. Alasan akan pentingnya pengembangan Organisasi
· Perubahan adalah pertanda kehidupan
· Perubahan memberikan harapan
· Pengembangan merupakan tanggapan atas perubahan
· Pengembangan merupakan usaha untuk menyesuaikan dengan hal baru (perubahan)
3. Metode Pengembangan Organisasi
· Metode Pengembangan Perilaku
§ Jaringan Manajerial (managerial Grid)
§ Latihan kepekaan
§ Pembentukan Tim
§ Umpan Balik Survei
· Metode Pengembangan Ketrampilan dan sikap
§ On the job training
§ Job Instruction Training
§ Of the job training



Sumber-sumber :